Sejarah Sanlam Cape Town Marathon

Cape Town Marathon

CAPE TOWN — Jauh sebelum Eliud Kipchoge mengumumkan keikutsertaannya untuk edisi 2026, Sanlam Cape Town Marathon telah memiliki rekam jejak sejarah yang panjang dan berliku. Selama 32 tahun eksistensinya, rute jalanan Kota Induk (Mother City) ini telah berevolusi dari sekadar perlombaan lokal menjadi kandidat kuat World Marathon Major (WMM) pertama di benua Afrika.

Untuk memahami seberapa besar prestise ajang ini, kita bisa membagi evolusi Cape Town Marathon ke dalam tiga era utama:

  • Era Awal (1994 – 2004): Diselenggarakan pada bulan Februari di Mutual Park (Pinelands). Diinisiasi oleh komunitas Celtic Harriers dengan sponsor bergantian mulai dari Old Mutual, Good Hope FM, Powerade, hingga ASICS.

  • Era Transisi (2005 – 2013): Bergeser ke bulan September di bawah pengawasan Athletics South Africa. Lokasi sentral dipindahkan ke Grand Parade, dan kemudian ke Green Point.

  • Era Global & Sanlam (2014 – Sekarang): Diambil alih oleh ASEM Running dan Faces, dengan Sanlam masuk sebagai sponsor utama. Rute dipusatkan di Green Point, menandai dimulainya ambisi Cape Town untuk merajai panggung maraton dunia.

Baca Juga:  Gebrakan Sang GOAT! Eliud Kipchoge Buka Tur Lari 7 Benua di Cape Town Marathon 2026

Lahirnya Juara Olimpiade dari Lintasan Cape Town

Salah satu momen paling bersejarah terjadi pada tahun 1996 saat Cape Town Marathon didaulat menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional Afrika Selatan.

Kala itu, Josiah Thugwane mencatatkan waktu 2:11:46. Meskipun bukan yang tercepat, para penyeleksi nasional melihat komitmen dan daya juangnya menembus angin kencang Cape Town, sehingga ia tetap dipilih mewakili Afrika Selatan ke Olimpiade Atlanta 1996. Keputusan itu terbukti jenius—Thugwane sukses membawa pulang Medali Emas Olimpiade!

Evolusi Rekor dan Dominasi Atlet Elit

Sejak diambil alih oleh Sanlam pada 2014, Cape Town Marathon menjelma menjadi magnet bagi pelari elit global. Standar waktu (Course Record) terus dipertajam hingga mencapai angka yang sangat kompetitif di level dunia:

  • Rekor Pria: Abdisa Tola (Ethiopia) mencetak rekor lintasan 2:08:16 pada edisi 2024.

  • Rekor Wanita: Glenrose Xaba (Afrika Selatan) mencetak rekor sensasional 2:22:22 pada tahun 2024, yang sekaligus menjadi Rekor Nasional wanita Afrika Selatan saat ini.

Baca Juga:  Cetak Sejarah! Namira Adjani Raih Rekor MURI Six Star Finisher Termuda di World Marathon Majors

Dalam 32 tahun pelaksanaannya, lintasan ini juga melahirkan para legenda yang berhasil juara lebih dari satu kali.

Daftar Pelari Pria dengan Gelar Multi-Juara:

  1. Stephen Mokoka (Afrika Selatan) – 3 Gelar (2018, 2021, 2022)

  2. Frank Pooe (Afrika Selatan) – 2 Gelar (1998, 1999)

  3. Sihle Mapukata (Afrika Selatan) – 2 Gelar (2003, 2004)

  4. Asefa Negewo (Ethiopia) – 2 Gelar (2016, 2017)

Daftar Pelari Wanita dengan Gelar Multi-Juara:

  1. Gwen van Lingen (Afrika Selatan) – 3 Gelar (1999, 2000, 2005)

  2. Samukeliso Moyo (Zimbabwe) – 3 Gelar (2007, 2008, 2013)

  3. Esme Koopman (Afrika Selatan) – 2 Gelar (1995, 2004)

Inovasi, Kategori Kursi Roda, dan Ujian Alam

Cape Town Marathon terus berinovasi. Pada edisi pandemi (2020), perlombaan elit digelar serentak di tiga kota berbeda dengan sistem handicap (penyesuaian waktu berdasarkan elevasi) yang sangat unik. Pada tahun 2022, ajang ini mencetak sejarah dengan memperkenalkan balapan Maraton Kursi Roda (Wheelchair) kelas atas pertama di benua Afrika.

Baca Juga:  910Nineten Gelar Trade Show Reseller untuk Koleksi Fall Winter 2025

Namun, alam selalu memiliki aturannya sendiri. Edisi 2025 yang diproyeksikan mencetak rekor jumlah peserta secara dramatis harus dibatalkan pada menit-menit akhir. Angin badai semalaman merusak infrastruktur vital di Green Point yang mengancam keselamatan pelari. Sebagai bentuk tanggung jawab kelas dunia, Sanlam memberikan kompensasi tiket masuk gratis bagi 24.000 peserta untuk edisi 2026 atau 2027.

Selangkah Lagi Menuju Status “Major”

Berbekal status IAAF Gold Label (2017) dan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Cape Town, ajang ini telah lolos tahap pertama dari 104 kriteria penilaian ketat Abbott World Marathon Majors pada 2024 lalu.

Kini, dengan kehadiran Eliud Kipchoge yang akan berlaga di edisi 2026, Sanlam Cape Town Marathon sudah memegang tiket emas untuk menahbiskan diri sebagai World Marathon Major ke-7 di dunia.

Follow Instagram Cerita Pelari @ceritapelari agar kamu dapat informasi lari lainnya dan baca juga berita terbaru seputar lari.

Referensi : https://capetownmarathon.com/history-of-the-sanlam-cape-town-marathon/

Bagikan artikel ini melalui: