Strava Rombak Fitur Latihan Kekuatan dengan Peta Otot Visual dan Integrasi Smartwatch

Strava

SAN FRANCISCO – Kabar gembira bagi Anda yang rutin melakukan cross-training (latihan silang) di pusat kebugaran! Pada Kamis (21/5/2026), Strava secara resmi mengumumkan pembaruan menyeluruh pada pengalaman aktivitas Latihan Kekuatan (Strength Training) di platform mereka.

Pembaruan masif ini dirancang untuk memberikan pengalaman pencatatan angkat beban yang sama memuaskannya dengan melacak aktivitas lari atau bersepeda di luar ruangan. Langkah ini diambil Strava merespons tren global, di mana latihan kekuatan kini menjadi fondasi krusial bagi atlet untuk meningkatkan performa umur panjang, kebugaran menyeluruh, dan tentu saja: pencegahan cedera.

Integrasi Ekosistem: Terhubung Langsung dengan Smartwatch Anda

Salah satu keluhan terbesar pengguna Strava saat latihan beban adalah proses input data yang serba manual. Kini, hambatan tersebut resmi dihilangkan.

Strava menggandeng 14 mitra integrasi di seluruh ekosistem kebugaran. Artinya, para atlet kini dapat menarik data komprehensif langsung dari perangkat wearable maupun aplikasi pihak ketiga yang sudah mereka gunakan. Bagi para pelari, kehadiran brand smartwatch olahraga populer di daftar mitra awal ini tentu menjadi sorotan utama:

  • Garmin

  • COROS

  • Amazfit

  • WHOOP

  • Fitbod, JEFIT, Runna, Hevy, iFIT, Caliber, Liftoff, Motra, REMAKER, dan 24 Hour Fitness.

“Dengan mengintegrasikan wawasan WHOOP serta sinyal kesehatan dan performa yang lebih luas ke dalam Strava, kami membantu anggota kami menghubungkan kekuatan, daya tahan, dan pemulihan, sehingga mereka dapat melihat gambaran lengkap performa dengan lebih jelas,” ujar Ed Baker, Chief Product Officer di WHOOP.

Lacak Makin Akurat: Peta Otot Visual & Log Dinamis

Untuk memanjakan para pencinta angkat beban, Strava meluncurkan dua fitur analitik baru yang sangat visual:

  1. Peta Otot yang Terisi Otomatis (Auto-populated Muscle Maps): Setiap sesi latihan yang dicatat kini akan menghasilkan grafik anatomi visual yang secara otomatis menyoroti (memberikan warna) pada kelompok otot mana saja yang baru saja Anda hajar hari itu.

  2. Log Latihan Khusus: Pengguna dapat mencatat jumlah set, repetisi, dan beban secara dinamis. Fungsionalitas ini merekam riwayat dari waktu ke waktu, memudahkan Anda melacak progres progressive overload tanpa perlu lagi mencatat di aplikasi Notes terpisah.

Baca Juga:  Strava Rilis Fitur "Olahraga Instan": Rekomendasi Latihan Berbasis AI untuk Atlet Global

Pamerkan Angkatanmu: 5 Format Berbagi Baru

Latihan di dalam ruangan (gym) tak lagi membosankan di feed Strava. Platform ini meluncurkan lima format visual baru untuk membagikan pencapaian latihan beban Anda. Format ini dirancang khusus agar keringat Anda di gym mendapatkan bentuk pengakuan (kudos) yang sama epiknya dengan aktivitas lari pemecah rekor PB (Personal Best).

Matt Salazar, Chief Product Officer Strava, mengungkapkan bahwa Latihan Kekuatan adalah salah satu jenis olahraga dengan pertumbuhan tercepat di platform tersebut.

“Pada tahun 2025 saja, ada lebih dari 500 juta unggahan aktivitas ini. Pembaruan ini menghadirkan kedalaman, motivasi, dan kemudahan berbagi ke berbagai aktivitas latihan kekuatan. Baik untuk mendukung latihan untuk lomba maraton maupun aktivitas utama, ini baru permulaan,” pungkas Salazar.

Pengalaman latihan kekuatan terbaru ini akan diluncurkan secara bertahap kepada seluruh pengguna Strava secara global dalam beberapa pekan ke depan. Pastikan aplikasi Strava di gawai Anda sudah dalam versi terbaru.

Baca Juga:  Tim Amazfit Cetak Prestasi di BDG100 Ultra 2025

Follow Instagram Cerita Pelari @ceritapelari agar kamu dapat informasi lari lainnya dan baca juga berita terbaru seputar lari.

Bagikan artikel ini melalui:
TagsStrava