Taofik Hidayat Jadi Pelari Indonesia Tercepat di UTMB Mont-Blanc 2026

Taofik Hidayat UTMB Mont Blanc 2026

Nama Taofik Hidayat kembali mencatatkan cerita penting bagi perjalanan ultra-trail running Indonesia.

Tampil di UTMB Mont-Blanc 2026, Taofik berhasil menjadi pelari Indonesia tercepat di kategori 170K. Ia menuntaskan salah satu ajang ultra-trail paling bergengsi di dunia dengan catatan waktu 39:35:13.

UTMB Mont-Blanc 170K bukan sekadar tentang jarak yang panjang. Para pelari harus menghadapi elevasi tinggi, medan teknikal, perubahan kondisi cuaca, hingga tantangan alam yang menguji kemampuan fisik dan mental sepanjang perlombaan.

Namun, ada cerita lain yang turut dibawa Taofik ke Mont-Blanc. Bukan hanya nama Indonesia, tetapi juga produk lokal Indonesia.

Membawa Sepatu Lokal Indonesia ke Panggung Dunia

Dalam perlombaan tersebut, Taofik menggunakan 910Nineten Yuza Manglayang, sepatu trail lokal yang telah menjadi salah satu pilihannya sejak Juli 2025. Selama lebih dari satu tahun, Yuza Manglayang menemani Taofik dalam berbagai sesi latihan dan perlombaan dengan karakter medan pegunungan di Indonesia.

Baca Juga:  Pertahankan Gelar! Yad Hafizudin Kembali Rajai Nomor 1500M di Singapore Open 2026

Dari jalur-jalur trail di Tanah Air, sepatu tersebut akhirnya mendapatkan ujian terbesarnya di UTMB Mont-Blanc 170K 2026. Keputusan ini juga menjadi bagian menarik dari perjalanan Taofik di UTMB. Pada penampilannya di UTMB Mont-Blanc 2024, ia menggunakan sepatu dari brand global.

Dua tahun berselang, Taofik memilih mempercayakan langkahnya kepada 910Nineten, brand sepatu lokal Indonesia.

Lebih Cepat dari Penampilan UTMB 2024

Bukan hanya soal pilihan sepatu, penampilan Taofik di UTMB Mont-Blanc 2026 juga menunjukkan perkembangan performanya. Jika dibandingkan dengan penampilannya pada UTMB Mont-Blanc 2024, Taofik kali ini berhasil mencatatkan waktu 3 jam 17 menit lebih cepat.

Pada 2026, ia menyelesaikan kategori 170K dengan waktu 39:35:13.

Baca Juga:  LPS Monas Half Marathon 2025 : Rute Baru, Semangat Baru, Bantu Pelari Cetak Personal Best!

Peningkatan tersebut menjadi catatan tersendiri dalam perjalanan Taofik sebagai salah satu pelari ultra-trail Indonesia yang konsisten tampil di panggung internasional.

Yuza Manglayang dan Teknologi untuk Trail Running

Yuza Manglayang dikembangkan 910Nineten dengan sejumlah teknologi yang ditujukan untuk kebutuhan trail running dan ultra-trail. Bagian upper menggunakan Matryx®, material yang mengutamakan kombinasi bobot ringan, durability, breathability, dan support.

Sementara itu, bagian outsole menggunakan Vibram® LiteBase, teknologi yang dirancang untuk mengurangi bobot outsole sekaligus memberikan grip dan traction di medan trail.

Di UTMB Mont-Blanc 2026, Taofik bahkan menggunakan colorway khusus UTMB yang saat ini belum tersedia secara komersial.

Colorway tersebut direncanakan akan hadir untuk pasar pada awal 2027.

Dari Manglayang Menuju Mont-Blanc

Perjalanan Yuza Manglayang bersama Taofik tidak dimulai di Prancis. Sejak Juli 2025, sepatu ini telah melewati berbagai sesi latihan dan kompetisi di pegunungan Indonesia bersama Taofik. Berbagai karakter medan tersebut menjadi bagian dari proses pengujian sebelum akhirnya dibawa ke salah satu panggung ultra-trail terbesar di dunia.

Baca Juga:  Andien Ajak Masyarakat Berlari Sambil Menjaga Bumi Lewat Plogging “Suarasmara”

Bagi 910Nineten, perjalanan ini menjadi gambaran bagaimana sebuah produk lokal dapat dikembangkan, diuji secara langsung oleh atlet, kemudian dipercaya untuk menghadapi tantangan di level global.

Sementara bagi Taofik, UTMB Mont-Blanc 2026 kembali menjadi bagian dari perjalanan panjangnya sebagai pelari ultra-trail Indonesia. Kali ini, ia tidak hanya berlari membawa nama Indonesia.

Ia juga membawa produk buatan Indonesia.

From Manglayang to Mont-Blanc.

Follow Instagram Cerita Pelari @ceritapelari agar kamu dapat informasi lari lainya dan baca juga Tips dan Trik seputar lari.

Bagikan artikel ini melalui: