Siapa Sanggup Rebut Takhta Tokyo Marathon Tahun Ini dan Misi Khusus Duo Indonesia?

Nofeldi Petingko dan Immanuel Hutasoit saat berlomba di Planet Sports Run 2026 (Foto: Cerita Pelari/Hudi)
TOKYO – Rangkaian prestisius World Marathon Majors (WMM) 2026 akan segera bergemuruh akhir pekan ini, tepatnya pada Minggu, 1 Maret 2026, di ibu kota Jepang. Tokyo Marathon selalu dikenal dengan kontur rutenya yang rata dan ramah untuk mencetak Personal Best (PB). Namun di jajaran pelari elit, jalanan Tokyo adalah arena adu taktik pacing yang sangat brutal.
Berkaca pada edisi 2025 yang sepenuhnya dikuasai oleh pelari Ethiopia, pertanyaannya kini: apakah dominasi tersebut akan berlanjut, ataukah akan ada kejutan tak terduga di garis finis Gyoko-dori Avenue?
Dua Gaya Kemenangan: Kesabaran Takele vs Agresi Kebede
Jika kita membedah kemenangan tahun lalu, ada dua masterclass berbeda yang bisa dipelajari dari sang juara:
Seni Menahan Ego ala Tadese Takele (2:03:23): Takele menang dengan disiplin pacing tingkat tinggi. Alih-alih terpancing ritme gila sejak awal (terutama di 5K pertama rute Tokyo yang cenderung menurun), ia bermain sangat sabar di rombongan utama. Keputusan krusialnya baru diambil pada fase paling menyakitkan—sekitar kilometer 38. Breakaway mematikannya sukses menyelamatkan otot dari kelelahan dan menghancurkan bayang-bayang pelari Kenya.
Agresivitas Sutume Asefa Kebede (2:16:31): Kebalikan dari Takele, Kebede justru menghancurkan mental lawan-lawannya lewat agresivitas sejak kilometer nol. Ia mencatatkan split Half Marathon (HM) di angka 1:06:20. Ritme front-running ini memaksa pesaingnya menabrak batas laktat terlalu dini. Modalnya di paruh pertama mengukuhkan gelar back-to-back di Tokyo, membuktikan bahwa fondasi VO2 Max yang matang bisa menjadi senjata paling mematikan.
Harapan dari Tanah Air: Nofeldi & Immanuel Siap Unjuk Gigi
Tahun ini, sorotan kita tidak hanya tertuju pada duel elit Afrika. Panggung Tokyo Marathon 2026 juga akan menjadi arena pembuktian bagi dua pelari kebanggaan Indonesia, Nofeldi Petingko dan Immanuel Hutasoit.
Membawa panasnya persaingan ketat mereka yang hanya terpaut hitungan detik dari lintasan Half Marathon baru-baru ini, duel kedua atlet di jalanan Tokyo jelas akan menjadi magnet tersendiri bagi komunitas lari nasional.
Dengan dukungan penuh dari ASICS Indonesia, kiprah mereka akan sangat menarik untuk disimak dari dua sisi:
Strategi Eksekusi: Bagaimana mereka membagi pace dan merespons cuaca dingin Tokyo untuk mengejar target waktu terbaik.
Inovasi Gear: Ajang Major selalu menjadi medan tempur inovasi super shoes. Membedah pantulan carbon plate terbaru dari jajaran prototipe atau seri flagship ASICS yang mereka kenakan di kaki pastinya sudah sangat dinanti oleh para gear enthusiast tanah air.
Akankah kita melihat sejarah dan rekor baru tercipta akhir pekan ini? Mari kita nantikan bersama adu kecepatan di jalanan Tokyo!
Follow Instagram Cerita Pelari @ceritapelari agar kamu dapat informasi lari lainnya dan baca juga Tips dan Trik seputar lari.

















