Gebrakan PB PASI di Running Summit 2026: Rilis Sistem Poin “Indonesia Road Running Series”

Satyo perwakilan PB PASI dalam acara Running Sumit (Foto: Cerita Pelari/Kholid Aziz)
PANGALENGAN – Pangalengan telah lama memegang reputasi bergengsi sebagai “Rumah Para Juara Lari Indonesia”. Udara sejuk dan elevasi tingginya telah membentuk fisik banyak pelari top nasional. Namun ironisnya, selama beberapa dekade terakhir, sangat minim regenerasi pelari lokal asal Pangalengan yang berhasil menembus tingkat nasional.
Narasi tersebut kini perlahan diubah melalui inisiatif Langkah Pelari Indonesia Juara. Sebagai perpanjangan tangan dari gerakan ini, diselenggarakanlah Running Summit 2026 pada 10–12 April 2026 di Pangalengan.
Salah satu agenda paling dalam rangkaian acara ini adalah Running Conference yang digelar di Pusat Pelatihan Atletik Pangalengan pada Sabtu, 11 April 2026. Menghadirkan berbagai praktisi industri lari, konferensi ini menjadi panggung bagi Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) untuk mengumumkan sebuah gebrakan baru.
Lahirnya Indonesia Road Running Series (IRRS)
Melalui perwakilannya, Satyo, PB PASI secara resmi memperkenalkan Indonesia Road Running Series (IRRS) atau Seri Lari Jalan Raya Indonesia.
Langkah strategis ini dirancang dengan dua tujuan utama:
Mendorong pelari Indonesia untuk berpartisipasi dalam event lari yang sudah mengantongi sertifikasi resmi (Sanctioned Race) dari PB PASI.
Memotivasi penyelenggara event lari di Indonesia untuk berlomba-lomba meningkatkan kualitas dan standar acara mereka ke level yang lebih profesional.
“Selain mendukung event bersertifikasi, sistem poin dan ranking ini akan memotivasi terciptanya kompetisi antar pelari untuk mencapai hasil terbaik dalam satu tahun masa kompetisi,” ungkap Satyo di hadapan para peserta konferensi.
Membedah Sistem Poin Indonesia Road Running Series
Bagi Anda para pelari yang rajin mengikuti race, IRRS akan beroperasi menggunakan sistem akumulasi poin kompetisi. Berikut adalah aturan main dan mekanisme perhitungannya:
Pelari mengikuti lomba M, lomba HM dan/atau lomba 10K pada event yang memenuhi syarat teknis – (PASI Sanctioned Race).
- Pelari dapat mengikuti lebih dari 1 lomba dengan jarak yang sama (misalnya mengikuti 2 lomba HM) dalam 1 tahun. Akan tetapi poin yang diambil hanya satu yaitu poin dari lomba dengan ranking (gender dan umum) yang lebih baik.
- Agar mendapatkan poin maksimum, pelari wajib mengikuti satu lomba 10K, satu lomba HM dan satu lomba Marathon.
- Pelari dengan poin tertinggi di akhir tahun akan mendapatkan gelar sebagai Juara Seri Lari Jalan Raya Indonesia (Indonesia Road Running Series Champion).
- Jika ada pelari dengan total poin yang sama di akhir seri, maka ranking akan ditentukan berdasarkan catatan waktu terbaik di kategori marathon (nett time).
- Diperkirakan banyak pelari akan memperoleh poin: (i) 180 poin (masuk ranking 101-Top 50%); dan (ii) 35 poin (di atas Top 50%).
- Kategori Pemenang (Putra dan Putri): Umum, Master (di atas usia 35-50), Golden (di atas usia 50-75), Platinum (di atas 75).
- Pelari juga dapat melihat posisi mereka dalam ranking sesuai dengan sub-kategori yang ada.
- Sistem poin – ranking ini akan memotivasi pelari mencapai hasil terbaik dalam satu tahun kompetisi
Di akhir tahun kompetisi, pelari yang berhasil mengumpulkan poin tertinggi akan dinobatkan dan dianugerahi gelar bergengsi sebagai Juara Seri Lari Jalanan Indonesia (Indonesia Road Running Series).
Inisiatif ini tentu menjadi angin segar bagi ekosistem lari jalan raya nasional, memberikan arah yang lebih terukur, kompetitif, dan berstandar tinggi bagi pelari di seluruh Indonesia. Siapkan kalender race Anda dan pastikan event pilihan Anda tersertifikasi PB PASI!
Follow Instagram Cerita Pelari @ceritapelari agar kamu dapat informasi lari lainnya dan baca juga berita terbaru seputar lari

















