Timnas Atletik Indonesia Evaluasi Hasil Asian Games 2026, Fokus SEA Games dan Kualifikasi Olimpiade

Timnas Atletik Indonesia

Nagoya, 29 September 2026 — Timnas Atletik Indonesia akan melakukan evaluasi menyeluruh setelah seluruh atlet menyelesaikan pertandingan di Asian Games 2026. Evaluasi mencakup aspek teknis dan nonteknis, termasuk persiapan atlet, pelatih, hingga tim pendukung.

Manajer Timnas Atletik Indonesia di Asian Games 2026, Surya Agung Wibowo, mengatakan hasil yang diraih secara keseluruhan belum sesuai harapan. Meski demikian, terdapat sejumlah penampilan atlet yang berhasil memenuhi target yang telah ditetapkan.

“Evaluasi secara keseluruhan memang hasilnya belum memuaskan. Secara general belum memuaskan. Ada yang sesuai target, ada yang belum masuk ke target,” ujar Sury0.

Menurutnya, hasil tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi seluruh elemen tim. Evaluasi tidak hanya dilakukan terhadap atlet, tetapi juga pelatih serta tenaga pendukung yang terlibat dalam persiapan dan pelaksanaan Asian Games 2026.

“Ini yang menjadi bahan kita untuk evaluasi, baik dari sisi nonteknis dan sisi teknis. Baik pelatih, atlet, kami, semua tenaga pendukung juga akan kami koreksi dan evaluasi untuk ke depannya,” katanya.

Transportasi dan Cuaca Jadi Tantangan

Selama pelaksanaan Asian Games 2026, tim Atletik Indonesia juga menghadapi sejumlah tantangan di luar arena pertandingan. Salah satunya berkaitan dengan transportasi menuju lokasi pertandingan.

Baca Juga:  PLN Electric Run 2025 Ajak Ribuan Pelari Dukung Transisi Energi Bersih dan Pengurangan Emisi Karbon

Suryo mengatakan kendala transportasi tidak hanya dialami kontingen Indonesia. Sejumlah atlet dari negara lain juga sempat menghadapi situasi serupa ketika hendak menuju venue pertandingan.

“Semua atlet yang mau bertanding hampir telat. Tapi sudah bisa berjalan dengan normal,” ujarnya.

Selain transportasi, kondisi cuaca juga menjadi tantangan tersendiri bagi para atlet. Hujan dan perubahan kondisi cuaca membuat atlet harus melakukan penyesuaian, terutama dalam persiapan sebelum bertanding.

Menurut Suryo, beberapa pertandingan tetap berlangsung meski kondisi hujan. Situasi tersebut membuat atlet harus lebih cermat dalam mempersiapkan pemanasan, pakaian, hingga perlengkapan yang digunakan sebelum bertanding.

“Dengan cuaca seperti ini, atlet harus mempersiapkan diri dengan baik, dari sisi pemanasan dan lainnya. Pakaian, apparel, dan segala macam untuk tetap membuat mereka bisa perform,” jelasnya.

Minim Try Out Jadi Bahan Evaluasi

Selain kondisi selama pertandingan, Surya menyoroti proses persiapan menuju Asian Games 2026. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah minimnya kesempatan try out atau mengikuti kompetisi sebagai bagian dari persiapan atlet.

Ia menjelaskan, program pemusatan latihan nasional (pelatnas) telah dimulai sejak Januari. Namun, dalam perjalanannya terdapat sejumlah dinamika yang membuat beberapa agenda try out tidak terlaksana.

Baca Juga:  Strava Rombak Fitur Latihan Kekuatan dengan Peta Otot Visual dan Integrasi Smartwatch

Salah satunya adalah rencana keberangkatan ke Australia yang batal beberapa hari sebelum keberangkatan.

“Minus empat hari keberangkatan kita ke Australia Open itu tidak jadi. Ini yang menjadi kendala, kurangnya try out ketika menghadapi Asian Games,” kata Suryo.

Menurutnya, kondisi tersebut berbeda dibandingkan persiapan menuju beberapa ajang sebelumnya, ketika atlet mendapatkan kesempatan bertanding dalam sejumlah kompetisi sebagai bagian dari persiapan.

Hal ini pun akan menjadi salah satu bahan evaluasi untuk persiapan timnas Atletik Indonesia ke depan.

Fokus ke SEA Games 2027 dan Kualifikasi Olimpiade

Setelah Asian Games 2026 berakhir, tim Atletik Indonesia akan memasuki masa transisi sebelum kembali membangun persiapan menuju agenda berikutnya.

Suryo menyebut SEA Games 2027 di Malaysia menjadi salah satu target utama. Selain itu, tim juga mulai mempersiapkan diri menghadapi babak kualifikasi Olimpiade.

“Setelah ini kita pulang, transisi, kemudian kita membangun lagi untuk persiapan SEA Games tahun depan di Malaysia dan mulai babak kualifikasi Olimpiade,” ujarnya.

Meski ketentuan kualifikasi Olimpiade belum diumumkan secara lengkap, Suryo mengatakan limit untuk Kejuaraan Asia 2027 di Beijing sudah tersedia. Limit tersebut akan menjadi salah satu acuan bagi tim dalam menyusun target dan program persiapan atlet.

Baca Juga:  Maybank Marathon Sustainability Day 2026: Kolaborasi untuk Dampak Berkelanjutan

“Yang sudah keluar adalah limit Kejuaraan Asia tahun depan di Beijing. Kemungkinan tidak jauh beda dengan limit tersebut, itu yang coba kami kejar,” katanya.

Dengan demikian, persiapan menuju Kejuaraan Asia juga diharapkan dapat menjadi bagian dari proses menuju SEA Games 2027 sekaligus membuka peluang bagi atlet untuk mengejar standar kualifikasi Olimpiade.

Ucapan Terima Kasih untuk Dukungan Masyarakat

Menutup pernyataannya, Suryo menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Indonesia, khususnya para pendukung atletik nasional, yang terus memberikan dukungan selama Asian Games 2026.

“Saya mewakili tim Atletik Indonesia mengucapkan banyak terima kasih kepada masyarakat olahraga Indonesia, khususnya cabang olahraga atletik yang sudah mendoakan, mendukung, menonton kita di televisi, di mana pun teman-teman berada,” ujarnya.

Surya menegaskan perjuangan timnas Atletik Indonesia tidak berhenti setelah Asian Games 2026. Tim akan kembali melakukan evaluasi dan mempersiapkan diri menghadapi berbagai agenda internasional berikutnya.

“Kami tidak akan berhenti di sini. Kami tetap akan terus maju untuk menghadapi event-event tahun berikutnya,” tutupnya.

Follow Instagram Cerita Pelari @ceritapelari agar kamu dapat informasi lari lainya dan baca juga Tips dan Trik seputar lari.

Bagikan artikel ini melalui: