Strava Hadirkan Fitur Strength Training Baru dengan Panduan Coach

Strava Strength Phase

SAN FRANCISCO, 16 Oktober 2026 — Strava memperkenalkan fitur strength training terbaru yang menghadirkan rangkaian latihan dengan panduan dari coach berpengalaman. Pembaruan ini memungkinkan pengguna mengikuti gerakan melalui animasi, mencatat set dan repetisi secara langsung, serta menyimpan data latihan secara otomatis ke Workout Log.

Strava, aplikasi kebugaran dengan lebih dari 200 juta pengguna di lebih dari 185 negara, akan meluncurkan fitur ini secara bertahap. Pengguna berlangganan akan mulai mendapatkan akses dalam beberapa minggu ke depan, sedangkan pengguna gratis dapat mencoba contoh latihan yang tersedia.

Strava Hadirkan Panduan Latihan Beban yang Lebih Terperinci

Melalui fitur terbarunya, Strava menawarkan rangkaian strength training yang dirancang oleh coach berpengalaman. Pengguna dapat mengikuti panduan gerakan berbentuk animasi sekaligus mencatat jumlah set dan repetisi secara langsung selama latihan.

Baca Juga:  Strava Rilis Fitur Baru: Terintegrasi Runna, Cari Jadwal Race Incaran Kini Makin Mudah!

Setiap gerakan dilengkapi dengan panduan teknik atau form yang tepat, tips latihan, serta informasi mengenai kelompok otot yang menjadi target. Dengan demikian, pengguna dapat memahami gerakan yang dilakukan sekaligus mengetahui otot yang dilatih.

Setelah sesi latihan selesai, seluruh data gerakan, set, dan repetisi akan otomatis tersimpan dalam aktivitas pengguna. Strava juga memperbarui visualisasi muscle map untuk menunjukkan kelompok otot yang telah dilatih.

Kehadiran fitur ini memberikan pengalaman pencatatan latihan beban yang lebih terperinci, terutama bagi pengguna yang ingin memantau perkembangan latihan mereka secara konsisten.

Strength Training Semakin Populer di Strava

Pembaruan ini hadir seiring dengan meningkatnya popularitas strength training di kalangan pengguna Strava. Latihan kekuatan menjadi salah satu jenis aktivitas yang mengalami pertumbuhan paling pesat di platform tersebut.

Baca Juga:  Strava Ungkap Rahasia Latihan Pelari Indonesia Jelang Jakarta Running Festival 2025

Tren ini juga mencerminkan kebutuhan pengguna untuk mencatat sesi latihan beban dengan detail yang lebih lengkap, serupa dengan pencatatan aktivitas endurance seperti lari dan bersepeda.

Bagi pengguna yang baru memulai latihan kekuatan, menentukan jenis gerakan dan menyusun program latihan bisa menjadi tantangan tersendiri. Melalui rangkaian latihan yang dirancang oleh coach, Strava berupaya memberikan panduan yang lebih terstruktur agar pengguna dapat memulai latihan dengan lebih terarah.

Selain menghadirkan program latihan beban, Strava juga menambahkan pilihan workout lari baru. Dengan pembaruan ini, pengguna memiliki lebih banyak pilihan latihan berpanduan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan mereka.

Strava Siapkan Fitur Latihan Baru hingga Akhir Tahun

Strava berencana memperluas pilihan rangkaian workout sebelum akhir 2026. Perusahaan juga menyiapkan sejumlah pembaruan untuk mempermudah pengguna dalam mencatat dan mengelola sesi latihan kekuatan.

Baca Juga:  Bikin Setiap Latihan Jadi Maksimal dengan 5 Fitur di Strava Subscription

Salah satu fitur yang direncanakan memungkinkan pengguna memasukkan data set dan repetisi secara instan dari tangkapan layar program latihan atau catatan di aplikasi notes pada ponsel pintar.

Selain itu, Strava akan menghadirkan fitur untuk membuat program workout sendiri. Pengembangan integrasi dengan berbagai mitra juga akan terus dilakukan agar data latihan beban dapat tersinkronisasi secara otomatis dari platform yang telah digunakan pengguna.

Melalui berbagai pembaruan tersebut, Strava berupaya memperluas pengalaman kebugaran dalam satu platform, mulai dari latihan endurance hingga latihan kekuatan.

Follow Instagram Cerita Pelari @ceritapelari agar kamu dapat informasi lari lainya dan baca juga Tips dan Trik seputar lari.

Bagikan artikel ini melalui: