Strava Ungkap Pola Latihan Pelari Indonesia Jelang Jakarta Running Festival 2026

JRF 2026

Menjelang Jakarta Running Festival (JRF) 2026, Strava membagikan data aktivitas pelari di Indonesia. Data tersebut menunjukkan pola latihan, konsistensi, dan peran komunitas dalam persiapan menuju hari perlombaan atau race day.

Strava merupakan aplikasi yang mendukung gaya hidup aktif. Platform ini memiliki lebih dari 200 juta pengguna di 185 negara. Melalui data aktivitas penggunanya, Strava menggambarkan bagaimana pelari mempersiapkan diri sebelum mengikuti perlombaan.

Ada tiga temuan menarik dari data tersebut. Ketiganya berkaitan dengan kebersamaan, konsistensi latihan, dan durasi berlari.

Tiga Temuan Strava tentang Persiapan Pelari

1. Lari bersama memperkuat koneksi

Berlari tidak selalu menjadi aktivitas individual. Sebanyak 33% aktivitas lari selama persiapan race day dilakukan secara berkelompok.

Selain itu, 92% peserta yang finis di JRF 2025 dan mencatat aktivitasnya di Strava merupakan anggota Strava Club. Data ini menunjukkan besarnya peran komunitas dalam perjalanan berlari.

Baca Juga:  Pejuang Sejati! Odekta Naibaho Raih Perunggu 10.000 Meter, Tampil Habis-habisan Sehari Setelah Emas Marathon

2. Konsistensi menjadi bagian penting latihan

Pelari rata-rata berlatih tiga hari atau lebih setiap minggu selama persiapan menuju race day. Rutinitas ini membantu mereka menjaga konsistensi latihan.

3. Durasi latihan lebih panjang pada akhir pekan

Pelari rata-rata menghabiskan 52 menit untuk setiap sesi latihan pada hari kerja. Durasi tersebut meningkat menjadi 1 jam 17 menit pada akhir pekan.

Perbedaan ini menunjukkan bahwa pelari juga meluangkan waktu lebih banyak untuk berlatih saat akhir pekan.

Stanley Joewono Bersiap Menghadapi Half Marathon Pertama

Di balik data tersebut, setiap pelari memiliki perjalanan dan tantangannya masing-masing. Salah satunya adalah Stanley Joewono, kreator Strava yang hidup dengan beta talasemia mayor.

Stanley awalnya mulai berlari untuk meningkatkan kebugaran tubuh. Setelah menyelesaikan beberapa perlombaan 5K dan 10K, ia kini bersiap menghadapi tantangan baru.

Stanley akan mengikuti Half Marathon pertamanya di JRF 2026 pada 24 Oktober. Baginya, berlari bukan sekadar aktivitas fisik, tetapi juga cara untuk mengenal diri sendiri.

Baca Juga:  Tembus 8.000 Peserta! Planet Sports Run 2026 Buka Kalender Lari dengan Semangat Baru

“Awalnya, lari menjadi tantangan pribadi bagi saya untuk meningkatkan kebugaran, bukan fokus utama karena rutinitas saya lebih berfokus pada strength training dan conditioning. Momen yang membuat saya jatuh cinta pada lari adalah ketika saya menyadari bahwa lari menjadi bentuk meditasi terbaik bagi saya, sekaligus cara untuk lebih memahami tubuh, batas kemampuan, bahkan diri saya sendiri,” ujar Stanley.

Strava Membantu Memantau Perkembangan Latihan

Dalam persiapannya, Stanley menggunakan Strava sebagai jurnal latihan pribadi. Ia memanfaatkan fitur Training Log dan Relative Effort untuk memantau perkembangan latihannya.

Kedua fitur tersebut membantunya memahami respons tubuh terhadap aktivitas fisik. Dengan begitu, Stanley dapat mengevaluasi latihan dan mencari keseimbangan dalam rutinitasnya.

Selain mencatat aktivitas pribadi, Strava juga memungkinkan pelari terhubung melalui Strava Clubs. Fitur ini memberi ruang bagi pengguna untuk berbagi aktivitas dan merayakan pencapaian bersama.

Baca Juga:  ASICS Fujitrail Camp Sukses Tarik Ribuan Pelari di Bali Trail Running (BTR) Ultra 2025

Di JRF 2026, Stanley akan mengikuti Half Marathon bersama Daffa Wardhana, yang juga merupakan anggota Strava Club. Kesempatan tersebut menjadi salah satu momen yang ia nantikan.

“Saya sangat menantikan kesempatan untuk mengikuti Half Marathon pertama saya bersama Daffa. Lari memang perjalanan pribadi, tetapi berbagi momen penting ini dengan seseorang yang saya kenal pada race day membuat pengalaman ini terasa jauh lebih bermakna,” kata Stanley.

Data Strava dan perjalanan Stanley memperlihatkan beragam sisi persiapan menuju race day. Konsistensi latihan menjadi salah satu bagian penting, begitu pula dukungan komunitas dan pengalaman personal setiap pelari.

Follow Instagram Cerita Pelari @ceritapelari agar kamu dapat informasi lari lainya dan baca juga Tips dan Trik seputar lari.

Bagikan artikel ini melalui: