Abdul Rohman, Bintang Muda Trail Run dari Manglayang Academia

Abdul Rohman saat menjuarai event Malabar Trail Run 2026 (dok. istimewa)
Di dunia lari lintas alam (trail running) yang kerap didominasi oleh pelari-pelari veteran dengan jam terbang tinggi, kemunculan nama Abdul Rohman menjadi sebuah fenomena segar. Belum genap berusia 20 tahun, pemuda ini telah mencatatkan namanya di deretan elite pelari trail Nusantara.
Di balik wajahnya yang tenang dan usianya yang masih sangat belia, Abdul menyimpan daya juang yang meledak-ledak di lintasan pendakian. Namun, senjata rahasianya bukanlah sekadar fisik yang prima, melainkan doa dan cinta untuk sang ibunda.
Deretan Podium Sang Pendatang Baru
Performa Abdul di awal tahun 2026 ini benar-benar mencuri perhatian publik olahraga ekstrem. Ia membuktikan bahwa usia muda bukanlah halangan untuk bersaing di rute yang brutal.
Berikut adalah catatan performa impresif Abdul dalam beberapa pekan terakhir:
Java Mountain Marathon 2026: Meraih Juara 1 di kategori 25K dengan catatan waktu tajam 02:22:42 dan elevation gain +1.100 m.
Malabar Trail Run 2026: Hanya berselang singkat, ia kembali menyabet Juara 1 kategori 25K (03:21:17, +1.940 m).
BTR Ultra 2026: Naik ke level yang lebih ekstrem, Abdul menjadi pelari termuda yang sukses menembus 10 besar kategori 30K, finish di posisi ke-6 (03:03:10, +1.205 m).
Titik Balik: Uang Pendaftaran Pinjaman dan Air Mata Bahagia
Kisah kehebatan Abdul tidak berawal dari privilese atau latar belakang keluarga atlet. Berasal dari keluarga pedagang, perkenalannya dengan trail run berevolusi dari sekadar hobi mendaki gunung.
Titik baliknya terjadi pada ajang Manglayang Everesting Challenge 2025 kategori 17K. Saat itu, Abdul bahkan harus meminjam uang dari ibunya untuk membayar biaya pendaftaran. Tekadnya untuk tidak mengecewakan sang ibu berbuah manis: Ia keluar sebagai Juara 2.
Momen setelah garis finish itulah yang mendefinisikan siapa Abdul sebenarnya. Uang pinjaman itu ia kembalikan sepenuhnya, dan seluruh uang hadiah ia serahkan ke pangkuan sang ibu.
“Senang sekali melihat mamah. Aku bangga dan bahagia bisa kasih uang, bisa lihat mamah bahagia. Sepertinya olahraga ini bisa aku tekuni dan menghasilkan prestasi juga uang buat aku dan mamah,” kenang Abdul dengan haru.
Momen itulah yang meyakinkannya bahwa trail run adalah jalan hidup yang harus ia perjuangkan.
Ditempa “Manglayang Academia” dan Dilirik EIGER
Menyadari potensinya, Abdul tidak cepat puas. Ia terus mengasah ketajaman fisiknya bersama komunitas legendaris Manglayang Academia—kawah candradimuka bagi para pelari gunung elite di Jawa Barat.
Setiap tanjakan yang ia latih selalu dilandasi oleh satu filosofi sederhana: “Aku percaya ada Allah dan doa orang tua yang selalu menguatkan. Ini baru awal, perjalanan masih panjang. Aku harus konsisten agar bisa tembus jadi atlet trail run Indonesia.”
Potensi besar, kedisiplinan tingkat tinggi, dan attitude yang membumi ini rupanya tidak lepas dari pantauan brand raksasa outdoor Indonesia. Kini, langkah Abdul semakin mantap berkat dukungan penuh dari EIGER Adventure. EIGER menaruh kepercayaan besar bahwa Abdul adalah proyeksi masa depan, generasi baru atlet trail run Indonesia yang akan bersinar di kancah internasional.
Bagi Abdul Rohman, medali dan podium mungkin akan terus bertambah. Namun, sumber energi terbesarnya akan selalu sama: Melihat senyum bangga di wajah sang ibu di setiap garis finish yang ia lewati.
Follow Instagram Cerita Pelari @ceritapelari agar kamu dapat informasi lari lainya dan baca juga Tips dan Trik seputar lari.















