Perjalanan Pujas Rani Menemukan Rumahnya di Trail Running

Pujas Rani

Tidak semua orang langsung menemukan bidang yang menjadi tempat mereka berkembang. Ada yang mencarinya selama bertahun-tahun, ada pula yang menemukannya secara tidak terduga. Begitu pula dengan Pujas Rani Ratu Haj (28).

Jauh sebelum dikenal sebagai salah satu pelari trail terbaik Indonesia, ia lebih dulu jatuh cinta pada alam. Gunung, hutan, dan jalur pendakian menjadi tempatnya belajar tentang ketahanan fisik, keberanian, dan menikmati setiap proses. Tanpa disadari, kecintaan itulah yang kemudian membawanya menuju dunia trail running.

Berawal dari Gunung, Lalu Menemukan Trail Running

Perjalanan Pujas dimulai saat menjadi mahasiswa Universitas Indonesia. Ia bergabung dengan Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI), organisasi yang memperkenalkannya pada berbagai aktivitas luar ruang, mulai dari mendaki gunung, menjelajah hutan, hingga mengikuti ekspedisi.

Kesibukan di Mapala membuatnya akrab dengan medan pegunungan. Dari lingkungan inilah Pujas mulai mengenal trail running. Berbeda dengan lari jalan raya yang mengandalkan kecepatan di lintasan datar, trail running menawarkan tantangan berupa tanjakan, turunan, jalur teknis, sekaligus keindahan alam yang selalu berubah di setiap langkah.

Bagi Pujas, kombinasi antara olahraga dan petualangan itu terasa begitu menarik. Ketika akhirnya menemukan bidang yang benar-benar ia sukai, ia memutuskan untuk menekuninya secara serius.

Baca Juga:  Target Terpenuhi! Yad Hapizudin Tajamkan Personal Best di Planet Sports Run 2026

Ia tidak hanya mengikuti berbagai perlombaan, tetapi juga membangun fondasi melalui latihan yang konsisten dan pengalaman bertanding.

Perjalanan kompetitifnya dimulai dari nomor-nomor yang lebih pendek. Pada 2017, Pujas meraih juara pertama UI Annual Athletics Championship nomor 5K, serta menjadi runner-up Universitas Indonesia Olympics nomor 1.500 meter dan 5K.

Di saat yang sama, kecintaannya terhadap aktivitas alam bebas juga membawanya berprestasi di cabang panjat tebing. Ia berhasil menjadi Juara Nasional Lead Climbing kategori Mapala pada 2018 serta Juara Regional Boulder DKI Jakarta pada 2021.

Tak berhenti di situ, Pujas juga mengikuti berbagai ekspedisi, mulai dari First Ascent Puruk Sandukui Expedition (2017), Ekspedisi Pegunungan Arfak (2018), hingga berhasil mencapai puncak Gunung Kilimanjaro, Tanzania (5.895 mdpl) pada 2025.

Seluruh pengalaman tersebut menjadi fondasi penting yang membentuk kekuatan fisik, mental, serta kemampuan beradaptasi di alam bebas—modal yang kemudian sangat berharga ketika ia beralih ke dunia ultra trail.

Mulai Bersinar di Trail Running Nasional

Memasuki dunia trail running secara kompetitif, performa Pujas terus menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun.

Baca Juga:  Rahmat, Atlet Trail dari Gowa yang Berlari demi Masa Depan Keluarga

Pada 2023, ia berhasil finis di peringkat ketiga Dieng DETRAC Trail Run kategori 35K. Hasil tersebut menjadi sinyal bahwa namanya mulai diperhitungkan di kancah trail running nasional.

Momentum itu berlanjut pada musim 2025. Sepanjang tahun tersebut, Pujas konsisten menghuni podium berbagai kejuaraan bergengsi dengan torehan prestasi:

  • Juara 1 Papandayan Challenge 21K
  • Juara 1 Regional Championship Jawa Barat 40K
  • Juara 3 Kejuaraan Nasional Trail Running di IKN kategori 50K
  • Peringkat 7 Lake Toba by UTMB kategori 60K
  • Juara 3 UL Trail Race kategori 32K

Deretan hasil tersebut menjadi pijakan penting menuju musim terbaik dalam kariernya.

Musim Terbaik pada 2026

Tahun 2026 menjadi titik ketika konsistensi yang telah dibangun selama bertahun-tahun akhirnya membuahkan hasil.

Pujas tampil dominan dengan menjuarai sejumlah ajang trail running bergengsi di Indonesia, yaitu:

  • Juara 1 Mantra116 kategori 68K sekaligus memecahkan course record
  • Juara 1 Dieng Caldera Race 45K
  • Juara 2 Rinjani100 kategori 60K
  • Juara 1 Malabar Trail Run 42K
  • Juara 1 Lintas Sentul Trail Run 36K

Rangkaian kemenangan tersebut menunjukkan bahwa keberhasilannya bukan datang dari satu perlombaan semata, melainkan hasil dari proses panjang yang dibangun melalui latihan, pengalaman, dan konsistensi selama bertahun-tahun.

Baca Juga:  Abdul Rohman, Bintang Muda Trail Run dari Manglayang Academia

Dalam waktu dekat, Pujas Rani akan memperkuat Tim Nasional Trail Running Indonesia pada kategori 42K di Southeast Asian Championship yang menjadi bagian dari SOUTHEAST ASIAN TRAIL RUNNING CUP 2026 (SEATRC 2026). Kejuaraan tersebut akan berlangsung pada 24–26 Juli 2026 di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

Ajang ini akan menjadi panggung berikutnya bagi Pujas untuk menguji kemampuan sekaligus bersaing dengan para pelari trail terbaik dari berbagai negara di Asia Tenggara.

Perjalanan Pujas Rani membuktikan bahwa prestasi besar sering kali berawal dari kecintaan yang sederhana. Dari seorang mahasiswa pecinta alam yang gemar menjelajah gunung, ia tumbuh menjadi salah satu pelari trail terbaik Indonesia dan kini dipercaya membela Tim Nasional. Sebuah perjalanan yang dibangun bukan dalam hitungan bulan, melainkan melalui ribuan kilometer latihan, berbagai tantangan di alam bebas, dan konsistensi yang tak pernah berhenti.

Follow Instagram Cerita Pelari @ceritapelari agar kamu dapat informasi lari lainya dan baca juga Tips dan Trik seputar lari.

Bagikan artikel ini melalui: