Selamat Jalan, Legenda: Mengenang Jeff Galloway dan Warisan Metode “Run-Walk-Run”

Jeff Galloway

PENSACOLA, FLORIDA – Dunia lari baru saja kehilangan salah satu figur paling berpengaruh dan revolusioner. Jeff Galloway, mantan Olympian Amerika Serikat dan pencetus metode latihan legendaris Run-Walk-Run, telah mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu, 25 Februari 2026, di usia 80 tahun.

Kepergian Galloway akibat komplikasi stroke meninggalkan duka mendalam. Namun, warisan dan filosofinya akan terus hidup di setiap keringat, senyuman, dan garis finish yang dilintasi oleh pelari di seluruh dunia.

Dari Garis Start Olimpiade hingga Hati Pelari Rekreasional

Sebelum dikenal sebagai “pelatih sejuta umat”, Jeff Galloway adalah seorang atlet elite yang sangat disegani di masanya. Pada tahun 1970, ia mencatatkan namanya dalam sejarah sebagai pemenang edisi perdana Peachtree Road Race di Atlanta.

Baca Juga:  Pejuang Sejati! Odekta Naibaho Raih Perunggu 10.000 Meter, Tampil Habis-habisan Sehari Setelah Emas Marathon

Puncak karier kompetitifnya terjadi dua tahun kemudian, saat ia mewakili Amerika Serikat di nomor lari 10.000 meter pada Olimpiade Munich 1972. Ia berlari berdampingan dengan legenda-legenda maraton seperti Frank Shorter dan Bill Rodgers.

Namun, Galloway sadar bahwa warisan terbesarnya bukanlah tentang seberapa cepat catatan waktu pribadinya, melainkan seberapa banyak orang yang bisa ia berdayakan untuk mulai berlari.

Lahirnya Metode “Run-Walk-Run” (Jeffing)

Momen yang mengubah wajah lari jarak jauh dunia terjadi pada tahun 1974. Saat itu, Galloway diminta untuk mengajar kelas lari bagi pemula di Florida State University. Menyadari murid-muridnya mengalami kelelahan ekstrem dan frustrasi, ia secara intuitif menginstruksikan mereka untuk menyelipkan jeda jalan kaki di tengah-tengah sesi lari.

Baca Juga:  Sam Ruthe, Pelari 15 Tahun Pecahkan Rekor Lari 1 Mil di Bawah 4 Menit!

Hasilnya sangat luar biasa, seluruh murid di kelasnya berhasil menyelesaikan jarak 5K dan 10K tanpa cedera, dan yang paling penting, tanpa rasa trauma.

Inilah cikal bakal lahirnya metode “Run-Walk-Run” (yang kini sering disebut dengan istilah “Jeffing”). Metode ini secara berani menghancurkan stigma lama yang menganggap bahwa “berjalan saat race adalah sebuah tanda kegagalan”.

Mendemokratisasi Jarak Jauh

Sebagai seorang pelatih, pendekatan Galloway sangat membumi. Ia memprioritaskan manajemen energi, kebahagiaan, dan pencegahan cedera di atas kecepatan. Berkat rasionya yang terukur antara lari dan jalan, menyelesaikan Marathon bukan lagi mimpi eksklusif, melainkan tujuan realistis bagi siapa saja.

Sepanjang hidupnya, Galloway sendiri telah menyelesaikan lebih dari 230 maraton. Semangat pantang menyerahnya tak pernah pudar, bahkan setelah ia mengalami masalah jantung pada tahun 2021. Hingga akhir hayatnya, ia terus mengedukasi, menulis buku, dan menjadi konsultan resmi untuk ajang runDisney.

Baca Juga:  Jerome Polin, Berhasil Finish Tokyo Marathon Setelah Operasi Kaki

Seperti yang diungkapkan oleh keluarganya dalam pernyataan resmi mereka:

“Jeff did not just make runners. He empowered people to believe in themselves. He is survived by every person who ever crossed a finish line and thought, ‘I didn’t think I could do this.'”

Terima kasih atas semua dedikasimu, Coach Jeff. Berjalanlah dengan bangga, biarkan kami yang meneruskan langkah larimu.

Follow Instagram Cerita Pelari@ceritapelari agar kamu dapat informasi lari lainnya dan baca juga Tips dan Trik seputar lari.

Bagikan artikel ini melalui: