Odekta Naibaho Evaluasi Strategi di Marathon Asian Games 2026

Marathon Asian Games 2026

Pelari Indonesia, Odekta Naibaho, bersyukur bisa kembali mendapat kesempatan untuk memperkuat Indonesia di ajang Asian Games 2026. Odekta menyelesaikan nomor marathon putri dengan perjuangan di tengah kondisi cuaca yang cukup menantang.

Usai perlombaan, Odekta mengaku bersyukur karena masih diberikan kesehatan dan kesempatan untuk bertanding di Asian Games 2026.

“Tentunya bersyukur. Tuhan masih memberikan kesehatan, bisa berkesempatan mengikuti Asian Games Nagoya ini. Itu suatu berkah buat saya,” ujar Odekta.

Menurut Odekta, perlombaan marathon kali ini menghadirkan sejumlah tantangan, terutama dari kondisi cuaca. Tingkat kelembapan yang tinggi, hujan, serta angin menjadi faktor yang harus dihadapi para pelari.

“Sangat menantang pagi ini. Tapi saya melihat semangat-semangat di pinggir jalan yang tidak henti-hentinya dari masyarakat di sini. Luar biasa,” kata Odekta.

“Yang paling menantang adalah cuacanya. Humid, hujan sama anginnya sih. Tapi overall semua merasakan yang sama,” lanjutnya.

Ingin Lebih Banyak Berkompetisi

Terlepas dari hasil yang diraih, Odekta melihat perlombaan ini sebagai kesempatan untuk mengevaluasi performanya. Ia menyebut marathon Asian Games 2026 menjadi full marathon (FM) pertama yang dijalaninya tahun ini, sehingga pengalaman tersebut menjadi salah satu hal yang ia syukuri.

Baca Juga:  Melampaui Target! Timnas Atletik Indonesia Borong 20 Medali dan Pecahkan Rekor di SEA Games 2025

“Bersyukur bisa tahun ini baru satu kali FM. Jadi ini season best buat saya,” ujar Odekta.

Ke depan, Odekta ingin mengikuti lebih banyak perlombaan. Menurutnya, frekuensi bertanding yang lebih banyak dapat membantunya mengukur kemampuan sekaligus menguji kembali jiwa kompetitifnya.

“Saya ingin bisa berkompetisi lagi lebih banyak lagi supaya bisa mengukur kemampuan. Jadi jiwa kompetitifnya itu bisa teruji karena sering berlomba,” katanya.

Pengalaman di Asian Games 2026 juga menjadi bahan evaluasi bagi Odekta untuk memperbaiki catatan waktu dan persiapannya ke depan.

“Ini menjadi evaluasi untuk ke depannya. Memperbaiki waktu, latihan lagi,” ujarnya.

Belajar Membaca Strategi Perlombaan

Salah satu hal yang paling ingin diperbaiki Odekta bukan hanya aspek latihan, tetapi juga bagaimana membaca strategi perlombaan.

Ia mengaku sempat merasa kesal karena pace pada awal lomba berjalan lebih lambat dari target yang telah ia siapkan. Kondisi tersebut membuat Odekta akhirnya memilih untuk membawa pace-nya sendiri.

Baca Juga:  Robi Syianturi Bersyukur Finish Kuat di Marathon Asian Games 2026

“Tapi yang perlu diperbaiki adalah bagaimana untuk mengikuti strategi permainannya. Karena yang menantang tadi adalah salah satu strategi permainannya,” kata Odekta.

“Di awal itu sangat lambat sekali dan saya kesal sekali karena sudah tidak masuk di target saya. Akhirnya saya bawa pace-nya,” lanjutnya.

Namun, keputusan tersebut juga membuat Odekta harus berhadapan dengan pertanyaan pada dirinya sendiri mengenai kemampuan untuk mempertahankan pace tersebut hingga garis finis.

“Saya bertanya sama diri saya, ini yakin nggak saya bisa finish kalau saya bawa gitu. Jadi ini yang perlu saya pelajari sih, permainan strategi ini,” ujar Odekta.

Menurutnya, pengalaman para pelari yang sudah tampil di Olimpiade juga memberikan pelajaran penting. Ia melihat bagaimana mereka mampu menahan ego dan tidak terpaku pada catatan waktu sejak awal lomba.

“Karena mindset mereka adalah bukan waktu, tapi medal. Strategi permainan,” kata Odekta.

Baca Juga:  Pertemuan Pak Junaidi dan Awal Karier Atletik Robi Syianturi

Bagi Odekta, pengalaman di Asian Games 2026 menjadi bagian dari proses untuk terus belajar, terutama dalam mengombinasikan kemampuan fisik dengan strategi saat berada di dalam perlombaan.

Apresiasi untuk Dukungan Masyarakat Indonesia

Odekta juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terus memberikan dukungan kepadanya, mulai dari teman-teman komunitas hingga masyarakat Indonesia.

“Terima kasih semuanya untuk teman-teman yang mendukung selalu, untuk teman-teman komunitas, untuk masyarakat Indonesia yang stay dan selalu support saya,” ujar Odekta.

Ia berharap perjuangannya bersama para atlet Indonesia di Asian Games 2026 dapat menjadi bagian dari pengabdian terbaik untuk Indonesia.

“Semoga ini menjadi pengabdian kami yang menjadi terbaik untuk Asian Games 2026 ini. Semoga Indonesia bisa lebih baik lagi,” tutup Odekta.

Odekta finish di peringkat 9 dengan catatan waktu 2 jam 35 menit  24 detik.

Follow Instagram Cerita Pelari @ceritapelari agar kamu dapat informasi lari lainya dan baca juga Tips dan Trik seputar lari.

Bagikan artikel ini melalui: