Putra Julio, Menjemput Mimpi Atlet Nasional dari Lereng Bukit Solok Selatan

Putra Julio

Bagi Putra Julio Ekdo Badayu (22), setiap tanjakan terjal di lintasan lari trail bukanlah hal asing. Sebelum mengenakan sepatu lari profesional, kakinya sudah lebih dulu akrab dengan tanah perkebunan dan perbukitan di kampung halamannya, Solok Selatan, Sumatra Barat.

Pemuda yang kini sedang menapaki jalan menjadi atlet nasional ini membuktikan bahwa kekuatan fisik sejati seringkali lahir dari keseharian yang sederhana dan penuh perjuangan.

Pondasi Fisik: Jalan Kaki 4 KM dan Naik Turun Bukit

Aktivitas fisik bagi Putra bukan sekadar olahraga, melainkan cara bertahan hidup. Sejak kecil, ia rutin berjalan kaki sejauh 4 kilometer setiap hari untuk pergi-pulang sekolah. Tak berhenti di situ, sepulang sekolah ia langsung membantu orang tuanya berkebun, mendaki bukit selama berjam-jam.

Tanpa ia sadari, rutinitas “bekerja di alam” inilah yang membentuk endurance (daya tahan) dan mental baja yang kini menjadi modal utamanya di dunia lari profesional.

Baca Juga:  Cerita Claire Nadira di Boston Marathon 2025 Raih PB di Tengah Perjuangan Melawan Crohn’s Disease

Titik Balik di Lubuklinggau dan Pangalengan Academy

Tahun 2023 menjadi babak baru dalam hidup Putra. Saat mengikuti sebuah event lari di Lubuklinggau, potensinya tercium oleh Coach Hamdan Sayuti, pelari legendaris Indonesia.

Pertemuan itu membawanya bergabung dengan Pangalengan Academy, sebuah kawah candradimuka bagi para pelari elit. Di sana, Putra belajar bahwa menjadi atlet tidak hanya soal berlari kencang, tapi juga tentang:

  • Latihan Terstruktur: Mengubah tenaga mentah menjadi strategi lari yang efisien.

  • Manajemen Cedera: Memahami batas tubuh dan pentingnya pemulihan.

  • Nutrisi & Disiplin: Menjaga asupan gizi sebagai bahan bakar performa.


Prestasi Nasional: Dari Kejurnas ALTI hingga Jalur Trail

Kerja keras Putra mulai membuahkan hasil nyata. Di ajang bergengsi Kejurnas ALTI di IKN, Putra berhasil menyabet Juara 2 kategori jarak pendek. Prestasi ini menjadi pengakuan bahwa pemuda dari Solok Selatan ini mampu bersaing dengan atlet-atlet terbaik di level nasional.

Baca Juga:  Kenali Mandatory Gear dalam Trail Running

Kini, Putra memilih untuk fokus pada Lari Trail. Karakter lintasannya yang teknikal dengan tanjakan panjang terasa sangat selaras dengan DNA-nya sebagai anak gunung. Di dunia trail, ia semakin bersinar, bahkan berani menaklukkan jarak 50 kilometer pertamanya sebagai bagian dari proses pendewasaan atlet.

Kedisiplinan Ekstrem: 130 KM Per Minggu

Untuk mencapai mimpinya menjadi atlet profesional dan mengangkat derajat keluarga, Putra menjalani rutinitas yang mungkin akan membuat orang biasa menyerah:

  • Volume Latihan: Menempuh jarak 100 hingga 130 kilometer setiap minggu.

  • Tanpa Hari Libur: Ia berlatih setiap hari tanpa jeda, kecuali menjelang hari perlombaan.

  • Adaptasi Tinggi: Berkat modal fisik sejak kecil, tubuhnya mampu menyerap beban latihan berat dengan sangat cepat.

Baca Juga:  Hendro Pecahkan Rekor Nasional 35km Race Walk di Asian 20km Race Walking Championships 2025

Pesan Putra: Jangan Takut Mengambil Risiko

Mimpi besar Putra tetap satu: membahagiakan orang tua melalui prestasi di lintasan lari nasional. Kepada para pelari muda lainnya, ia menitipkan pesan sederhana yang ia hidupi setiap hari:

“Jangan pernah takut untuk memulai dan mengambil risiko dalam menjalani proses menuju mimpi.”

Kisah Putra Julio adalah pengingat bahwa tidak peduli dari mana kita berasal—bahkan dari pelosok bukit sekalipun—langkah yang konsisten akan selalu membawa kita ke puncak yang kita tuju.

Follow Instagram Cerita Pelari @ceritapelari agar kamu dapat informasi lari lainnya dan baca juga Tips dan Trik seputar lari.

Bagikan artikel ini melalui: