Tetap Aman Lari Saat Hujan? Simak 3 Tips Penting ala dr. Tirta

Dokter Tirta saat berbagi tips di acara Pelari Bereaksi (Foto: Cerita Pelari/Fajar)
Pernahkah kamu sudah siap dengan sepatu lari, tapi tiba-tiba langit mendung dan hujan turun deras? Dilema pun muncul: lanjut lari atau tarik selimut lagi?
Sebenarnya, lari saat hujan bisa menjadi pengalaman yang seru dan menantang mental. Namun, faktor keamanan tetap harus jadi prioritas utama. Lantas, bagaimana caranya agar tetap aman menerjang hujan? Simak 3 tips lari saat hujan dari dr. Tirta berikut ini agar lari kamu tetap nyaman dan jauh dari risiko cedera.
1. Wajib Gunakan Kaos Kaki yang “Proper”
Saat hujan, kaki akan basah dan kulit menjadi lebih lunak, sehingga risiko lecet (blister) meningkat drastis.
Pilih Kualitas Terbaik: Gunakan kaos kaki lari yang dirancang khusus (proper) untuk meminimalisir gesekan, bukan kaos kaki katun biasa yang menyerap air.
Ganti Berkala: Jika kamu melakukan long run, dr. Tirta menyarankan untuk mengecek kondisi kaki setiap satu jam. Jika mulai terasa perih atau nyeri, segera ganti kaos kaki kering.
Gunakan Taping & Support: Jangan ragu menggunakan taping pada area rawan lecet. Jika memungkinkan, siapkan water station bayangan atau tim support yang membawa stok kaos kaki ganti.
2. Segera Ganti Baju untuk Cegah Hipotermia
Bahaya terbesar lari saat hujan bukanlah airnya, melainkan penurunan suhu tubuh yang drastis.
Bilas dan Ganti: Setelah sesi lari selesai, jangan berlama-lama diam dengan pakaian basah. Segera bilas tubuh dengan air bersih dan ganti dengan pakaian kering yang hangat.
Jaga Imunitas: Kondisi basah dan dingin yang terlalu lama rentan memicu hipotermia dan menurunkan sistem imun tubuh, membuatmu mudah terserang penyakit.
3. Pantau Heart Rate (Detak Jantung) dengan Ketat
Hujan seringkali “menipu” sensor tubuh kita.
Waspada Heart Rate: Di awal lari, udara dingin mungkin membuat detak jantung (heart rate) terasa stabil dan rendah. Namun, seiring durasi lari bertambah, tubuh harus bekerja ekstra keras untuk menjaga suhu badan tetap hangat.
Panas dari Dalam: Akibatnya, suhu inti tubuh akan naik dan heart rate bisa melonjak tinggi tanpa disadari. Tetap pantau jam lari kamu dan jaga intensitas agar tidak overtraining atau kolaps.
Hujan bukan alasan untuk berhenti berlatih, tapi persiapan yang matang adalah kunci. Dengan menerapkan tips lari saat hujan, kamu bisa menikmati sensasi lari di bawah hujan dengan lebih aman.
Selamat berlari, Runners!
Follow Instagram Cerita Pelari @ceritapelari agar kamu dapat informasi lari lainnya dan baca juga Tips dan Trik seputar lari.














