Rahmat, Atlet Trail dari Gowa yang Berlari demi Masa Depan Keluarga

Atlet Trail Running

Bagi Rahmat Mangkasara (34), terik matahari di lokasi proyek konstruksi dan kerasnya kehidupan di pelabuhan Gowa adalah “tempat latihan” pertamanya. Sebelum dikenal sebagai salah satu atlet trail runner elite Indonesia, Rahmat adalah seorang kuli bangunan yang memikul tanggung jawab besar untuk menopang ekonomi keluarga.

Namun, di balik otot yang ditempa oleh kerja keras fisik, tersimpan mimpi besar untuk satu hal mulia: agar orang tuanya bisa beristirahat di masa tua.

Titik Balik: Pertemuan Tak Terduga di Bawakaraeng

Tahun 2019 menjadi saksi lahirnya bintang baru. Saat ajang Bawakaraeng Challenge digelar di dekat rumahnya, Rahmat hanya bisa berdiri di pinggir lintasan, memendam keinginan untuk ikut namun terbentur biaya pendaftaran.

Baca Juga:  Perjalanan Hidup Robi Syianturi "Dari Keterbatasan Menuju Kejayaan"

Keajaiban datang melalui sosok Hendro Wibowo (Om Hendro). Melihat aura petarung dalam diri Rahmat, Om Hendro memutuskan untuk mendaftarkannya secara langsung. Kepercayaan itu dibayar tuntas oleh Rahmat dengan Juara 1, sebuah kemenangan dramatis yang menjadi tiket emasnya menuju panggung profesional.

Air Mata dan Cedera: Ujian di Gede Pangrango

Transisi Rahmat menjadi pelari ultra tidaklah mudah. Pada tahun 2021, di ajang CollaboRun Trail Series (CTS) Gede Pangrango, ia dipaksa melewati batas kemampuan manusiawi. Meski berhasil menyabet Juara 1 di nomor 100 km, ia harus membayar mahal dengan cedera hebat yang membuatnya tidak bisa berjalan selama sebulan.

Alih-alih kapok, Rahmat justru menjadikannya pelajaran berharga. Rasa sakit adalah guru, dan mentalitas petarungnya justru semakin menyala.

Baca Juga:  Run To Care 2025: Lari untuk Anak Indonesia, Putus Siklus Keterpisahan

Deretan Prestasi: Sang Penakluk dari Gowa

Kini, Rahmat bukan lagi sekadar pelari lokal. Namanya telah disegani di kancah atlet trail nasional dengan koleksi podium bergengsi:

  • 2026: Juara 1 Coast to Coast (CTC) 100km.

  • 2025: Juara 1 Long Trail 100 Km Kejurnas IKN Kaltim.

  • 2024: Juara 1 Long Trail 80 Km PON XXI Aceh–Sumut.

  • 2024: Juara 1 Long Trail 80 Km PON XXI Aceh–Sumut.

  • 2022: Juara 2 Siksorogo Lawu Ultra 50km

  • 2020: Juara 1 & Course Record: FKT Gede Pangrango 25km


Pesan untuk Pejuang Mimpi

Perjalanan Rahmat adalah pengingat bagi siapa saja yang merasa sedang berada di posisi sulit. Bahwa hidup bisa diubah bukan dengan kata-kata, melainkan dengan ketekunan dan keberanian untuk mengambil peluang.

Baca Juga:  Rachmat Septiyanto, Satu-Satunya Pelari Indonesia yang Finish di Rinjani 100 Ultra Kategori 162KM

Setiap kilometer yang ditempuh Rahmat di pegunungan bukan hanya tentang mencapai garis finish, tetapi tentang dedikasi untuk keluarga di kampung halaman. Baginya, lari bukan lagi soal mencari uang, melainkan soal bagaimana menjaga langkah agar terus bisa menginspirasi orang lain untuk berani berjuang.

Rahmat membuktikan bahwa meski kita lahir dari kondisi yang sederhana, dengan niat yang suci, kita bisa menaklukkan puncak-puncak tertinggi di tanah air.

Follow Instagram Cerita Pelari@ceritapelari agar kamu dapat informasi lari lainnya dan baca juga Tips dan Trik seputar lari.

Bagikan artikel ini melalui: