Maria Londa Finish Kelima Lompat Jangkit Asian Games 2026

Momen Maria Natalia Londa saat pertandingan Asian Games 2026 (Foto: Cerita Pelari/Alam)
Nagoya, Jepang – Maria Natalia Londa mengakhiri penampilannya di nomor lompat jangkit Asian Games 2026 dengan menempati posisi kelima. Atlet senior Indonesia tersebut mencatatkan lompatan sejauh 13,50 meter dalam pertandingan yang berlangsung di Jepang, Kamis (25/9/2026).
Hasil tersebut sekaligus menjadi momen spesial bagi Maria. Sebelumnya, ia telah menyampaikan bahwa SEA Games menjadi kompetisi terakhirnya di level internasional. Namun, Maria kemudian kembali masuk dalam skuad Indonesia untuk Asian Games 2026.
“Rasanya lega, semua latihan yang selama ini dilakukan sudah selesai. Saya tunjukkan pada perlombaan hari ini,” ujar Maria setelah pertandingan.
Maria mengaku hasil yang diraihnya di Asian Games 2026 berada di luar ekspektasi. Ia menyebut catatan terbaik terakhirnya adalah 13,85 meter yang diraih pada SEA Games.
“Jujur ini di luar ekspektasi saya, karena memang prestasi terbaik saya kemarin itu adalah 13,85 terakhir di SEA Games. Tadi saya melompat di kisaran 13,50 meter, di ranking lima pada hari ini,” kata Maria.
Dari enam kesempatan lompatan yang diberikan, Maria hanya mencatatkan dua lompatan yang sah. Empat lompatan lainnya dinyatakan tidak sah karena tidak memenuhi kualifikasi pada papan tolakan.
Situasi tersebut membuat Maria merasakan dua hal sekaligus. Ada kekecewaan karena tidak mampu memberikan hasil yang lebih baik, tetapi di sisi lain ia merasa bersyukur masih mampu tampil di final Asian Games pada usia 36 tahun.
“Jadi ada rasa kecewa, tapi ada rasa bahagia karena di usia saya yang sekarang 36 tahun, saya masih masuk finalis Asian Games dan dapat ranking lima. Puji Tuhan,” tuturnya.
Persiapan Berjalan Lancar
Maria mengatakan tidak ada tantangan khusus yang berbeda dari perlombaan sebelumnya. Bersama pelatih, ia mengaku telah mempersiapkan berbagai hal yang berpotensi menjadi kendala selama mengikuti pertandingan.
“Kalau tantangan sendiri sebenarnya sama seperti perlombaan-perlombaan yang lainnya. Hanya saya pribadi dan pelatih memang sudah menanggulangi segala hal yang memang akan terjadi di pertandingan, seperti misalnya transportasi dan lain-lain,” jelasnya.
Menurut Maria, seluruh persiapan tersebut berjalan dengan baik hingga pertandingan. Ia pun menerima hasil yang didapatnya di Asian Games 2026.
“Puji Tuhan semuanya berjalan lancar, memang bukan rezeki saya hari ini,” ujar Maria.
Asian Games Jadi Kesempatan Terakhir
Kehadiran Maria di Asian Games 2026 sebenarnya terjadi setelah ia menyatakan bahwa SEA Games merupakan lompatan terakhirnya di ajang internasional.
Maria menjelaskan, dirinya masuk dalam skuad Asian Games dalam kondisi waktu yang cukup mepet untuk melakukan pergantian atlet. Karena masih berada dalam kondisi siap bertanding, Maria kemudian mendapat izin dari Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI) untuk menjalani latihan di Bali bersama pelatih.
“Iya, sebenarnya SEA Games kemarin adalah menjadi lompatan terakhir saya di internasional. Hanya saja ternyata saya masuk squad Asian Games yang memang terlalu mepet waktunya untuk digantikan oleh atlet lain,” kata Maria.
Dengan dukungan fasilitas yang diberikan, Maria akhirnya memutuskan untuk tetap menjalani persiapan dan tampil maksimal di Asian Games 2026.
“Dengan kondisi saya yang masih sangat siap, saya mengingatkan dari PB PASI memberikan saya izin untuk berlatih di Bali bersama pelatih. Jadi dengan segala fasilitas yang diberikan itulah saya menyanggupi, saya akan maksimal tampil di Asian Games,” ujarnya.
Latihan di Bali tersebut kemudian menjadi bagian dari persiapan terakhir Maria sebelum tampil di Nagoya.
“Dan hari ini adalah hasil daripada latihan saya selama di Bali,” tambahnya.
Atletik sebagai Rumah Kedua
Setelah menjalani perjalanan panjang bersama atletik Indonesia, Maria menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat Indonesia, keluarga, rekan-rekan atlet, serta seluruh pihak yang selama ini mendukung perjalanan kariernya.
Ia juga berharap para atlet Indonesia yang masih akan bertanding di Asian Games 2026 dapat memberikan hasil terbaik.
“Terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia, kepada keluarga, kepada rekan-rekan atlet dan semua pendukung atletik Indonesia,” ucap Maria.
“Semoga atlet-atlet lainnya yang belum bertanding bisa memberikan hasil terbaik di Asian Games ini,” lanjutnya.
Berbicara mengenai perjalanan kariernya, Maria menyebut salah satu hal yang paling berkesan adalah kesempatan menjadi bagian dari tim nasional atletik Indonesia.
Ia mengaku merasa sangat bahagia berada di lingkungan atletik dan menganggap cabang olahraga tersebut sebagai bagian penting dalam kehidupannya.
“Saya sangat bahagia berada di tim nasional atletik Indonesia. Karena saya merasakan bahwa atletik adalah rumah kedua saya, atletik adalah bagian daripada keluarga saya,” tutur Maria.
Kini, setelah Asian Games 2026, Maria berharap generasi atlet berikutnya dapat meneruskan perjuangan dan membawa atletik Indonesia meraih prestasi lebih tinggi.
“Saya mempunyai mimpi nantinya atlet-atletik Indonesia bisa berada di podium tertinggi, baik itu di kancah nasional maupun di internasional,” pungkasnya.
Follow Instagram Cerita Pelari @ceritapelari agar kamu dapat informasi lari lainya dan baca juga Tips dan Trik seputar lari.
















