910 Nineten Rilis Yuza Manglayang ATR untuk Taklukkan UTMB Mont Blanc 2026

Taofik Hidayat Siap Uji Yuza Manglayang ATR di UTMB Mont Blanc

BANDUNG – Brand perlengkapan lari asal Indonesia, 910 Nineten, resmi memperkenalkan sepatu trail running terbarunya, Yuza Manglayang ATR. Sepatu ini akan langsung menjalani pembuktian di salah satu ajang trail running paling bergengsi di dunia, UTMB Mont Blanc 2026.

Peluncuran Yuza Manglayang ATR dilakukan melalui acara bertajuk “From Manglayang to Mont Blanc” yang berlangsung pada 1–2 Agustus 2026 di Gunung Manglayang, Bandung.

Selain menjadi momen peluncuran produk, acara tersebut juga menjadi ajang pelepasan atlet 910 Nineten, Taofik Hidayat, yang akan mewakili Indonesia di UTMB Mont Blanc. Peserta yang hadir pun mendapat kesempatan untuk mengenal lebih dekat sekaligus mencoba langsung performa Yuza Manglayang ATR.

Peserta Uji Langsung Performa Yuza Manglayang

910 Nineten mengundang para pengguna seri Yuza Manglayang generasi sebelumnya untuk mencoba langsung Yuza Manglayang di jalur teknikal Gunung Manglayang.

Melalui sesi ini, peserta tidak hanya berlari, tetapi juga diminta memberikan masukan mengenai kenyamanan, grip, stabilitas, hingga performa sepatu saat melintasi berbagai karakter lintasan trail.

Baca Juga:  Rahmat, Atlet Trail dari Gowa yang Berlari demi Masa Depan Keluarga

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari proses evaluasi agar pengembangan produk benar-benar sesuai dengan kebutuhan para pelari trail.

Trail Clinic Bersama Taofik Hidayat

Pada hari pertama, peserta mengikuti Trail Clinic yang dipandu langsung oleh Taofik Hidayat.

Dalam sesi tersebut, Taofik membagikan berbagai pengalaman dan teknik dasar yang penting bagi pelari trail, di antaranya:

  • Teknik menghadapi tanjakan (uphill) dan turunan (downhill) dengan aman dan efisien.
  • Strategi fueling dan hidrasi untuk menjaga performa saat berlari di lintasan jarak jauh, termasuk kategori ultra trail.
  • Tips menghadapi berbagai kondisi lintasan yang umum ditemui pada perlombaan trail running.

Materi tersebut menjadi bekal bagi peserta yang ingin meningkatkan kemampuan sebelum mengikuti kompetisi trail.

910 Nineten Kembangkan Outsole Custom Bersama Vibram

Pada malam hari, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi mengenai pengembangan teknologi di balik Yuza Manglayang ATR.

Brand Director 910 Nineten, Asep Hadian, menjelaskan bahwa pengembangan seri terbaru ini berawal dari berbagai masukan para pelari Manglayang Academia.

“Dari hasil testing, kami mendapatkan banyak feedback positif. Selanjutnya kami melakukan sourcing ke Vibram karena kami membutuhkan outsole yang lebih lebar, lebih ringan, dan akhirnya kami menggunakan teknologi Litebase,” ujar Asep.

Menurutnya, kebutuhan tersebut mendorong 910 Nineten bekerja sama dengan Vibram, produsen outsole yang banyak digunakan oleh berbagai merek sepatu trail dunia.

Baca Juga:  Mengenal European Marathon Classics: Sirkuit Maraton Ikonik Terbaru di Benua Biru

Jadi Brand Lokal Pertama dengan Outsole Custom Vibram

Asep mengungkapkan bahwa kerja sama tersebut menghasilkan pencapaian penting bagi industri perlengkapan lari Indonesia.

910 Nineten menjadi brand lokal pertama yang memperoleh kesempatan mengembangkan outsole custom bersama Vibram.

“Kami menjadi brand lokal pertama yang mendapat kesempatan mengembangkan outsole custom bersama Vibram. Biasanya, pada satu hingga dua musim pertama kerja sama, partner baru wajib menggunakan outsole yang sudah ada di katalog mereka. Namun, karena urgensi kebutuhan teknis kami untuk UTMB, Vibram memberikan pengecualian dan bersedia mengembangkan outsole custom khusus untuk 910 Nineten,” jelas Asep.

Outsole tersebut menggunakan teknologi Litebase, yang dirancang untuk menghadirkan bobot lebih ringan tanpa mengurangi daya cengkeram di lintasan trail.

Baca Juga:  Arief Wismoyono dan Alisa Matveeva Rajai 100K Kerinci 100 Ultra 2026

Akan Digunakan Taofik Hidayat di UTMB Mont Blanc

Pada ajang UTMB Mont Blanc 2026, Taofik Hidayat dijadwalkan menggunakan dua model sepatu 910 Nineten, yakni Yuza Manglayang dan Yuza Manglayang ATR, menyesuaikan kebutuhan serta karakter lintasan yang dihadapi.

Keikutsertaan Taofik menjadi kesempatan bagi 910 Nineten untuk membuktikan kualitas inovasi sepatu trail running buatan Indonesia di salah satu kompetisi ultra trail paling bergengsi di dunia.

Apabila mampu tampil kompetitif di UTMB Mont Blanc, Yuza Manglayang ATR tidak hanya menjadi kebanggaan bagi 910 Nineten, tetapi juga menunjukkan bahwa produk lari lokal Indonesia mampu bersaing di level internasional.

Follow Instagram Cerita Pelari @ceritapelari agar kamu dapat informasi lari lainya dan baca juga Tips dan Trik seputar lari.

Bagikan artikel ini melalui: