Robi Syianturi Bersyukur Finish Kuat di Marathon Asian Games 2026

Robi Syianturi saat bertanding di Asian Games 2026 (Foto; Cerita Pelari/Hudi)
Pelari Indonesia, Robi Syianturi, mengaku bersyukur setelah menyelesaikan nomor marathon putra pada Asian Games 2026. Robi finish di posisi keenam dengan catatan waktu 2 jam 13 menit 12 detik, tidak jauh dari catatan nasionalnya.
Meski gagal membawa pulang medali, Robi tetap merasa bangga dengan perjuangannya dalam lomba yang berlangsung di tengah kondisi yang cukup menantang.
“Alhamdulillah bersyukur, yang pastinya senang. Alhamdulillah bisa finish strong. Bangga pada diri sendiri aja sih,” ujar Robi setelah perlombaan.
Menurut Robi, salah satu tantangan terbesar dalam perlombaan kali ini adalah kondisi cuaca. Marathon dimulai sekitar pukul 07.30 dengan temperatur sekitar 26 derajat Celsius dan tingkat kelembapan yang cukup tinggi.
Beruntung, kondisi cuaca tidak terlalu panas karena langit cenderung mendung. Namun, Robi tetap harus menghadapi angin yang cukup kencang serta karakter rute yang naik-turun.
“Yang pertama di sini humid-nya agak tinggi. Terus start temperature-nya 26 tadi, setengah 8 pagi. Bersyukurnya dan untungnya tidak panas, mendung. Di sini anginnya sangat kencang,” kata Robi.
Selain angin, karakter rute juga menjadi tantangan tersendiri. Robi menyebut banyak bagian rute yang mengalami perubahan elevasi, dengan kombinasi tanjakan dan turunan yang membuat penggunaan energi menjadi lebih besar.
“Rutenya downhill, turun naik, turun naik, jadi menguras energi,” ujarnya.
Evaluasi dan Tetap Bersyukur
Usai perlombaan, Robi menyadari masih ada sejumlah hal yang perlu dievaluasi dari penampilannya. Ia mengakui masih memiliki banyak kekurangan dan menjadikan perlombaan ini sebagai bagian dari proses untuk terus berkembang.
“Banyak sih ya, saya banyak kekurangan. Yang pastinya tetap semangat berlatih,” kata Robi.
Di sisi lain, Robi juga bersyukur dengan persiapan yang telah dijalaninya sebelum Asian Games 2026. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah persiapannya yang dilakukan di Belitung dengan kondisi latihan yang relatif datar.
“Saya bersyukur dengan latihan saya di tidak ada ketinggian, sekitar 0 elevasi. Saya latihan di Belitung dan alhamdulillah bisa tidak jauh dari national record saya,” ujar Robi.
Robi mencatatkan waktu sekitar 2:13 dalam perlombaan ini, sementara catatan nasional yang ia sebut berada di kisaran 2:12.
Ia juga menyadari bahwa nomor marathon pada ajang multi-event seperti Asian Games memiliki dinamika tersendiri. Menurutnya, para pelari cenderung menjaga tempo dan tidak langsung berlari dengan pace tinggi sejak awal.
“Ini adalah multi-event, semuanya pada lari pelan, nahan-nahan. Mau nggak mau kita harus berani untuk bawa pace sendiri,” jelasnya.
Terima Kasih untuk Dukungan dari Indonesia
Setelah melewati garis finish, Robi juga menyampaikan apresiasinya kepada orang-orang yang terus memberikan dukungan sepanjang persiapannya hingga berlomba di Asian Games 2026.
Ucapan terima kasih secara khusus ia sampaikan kepada kedua orang tuanya yang berada di Belitung.
“Terima kasih banyak, terutama buat keluarga saya yang ada di Belitung, ibu dan bapak saya. Di mana saya bilang, dorongan yang tidak pernah terlihat tapi selalu saya rasakan setiap saat,” ujar Robi.
Selain keluarga, Robi juga menyampaikan terima kasih kepada pelatih yang terus mendampinginya selama menjalani persiapan dan kepada masyarakat Indonesia yang memberikan dukungan serta doa.
“Terima kasih banyak untuk pelatih yang selalu ada mendampingi saya. Dan juga terima kasih buat masyarakat Indonesia yang selalu mendukung dan mendoakan saya hingga sampai saat ini,” tutup Robi.
Follow Instagram Cerita Pelari @ceritapelari agar kamu dapat informasi lari lainya dan baca juga Tips dan Trik seputar lari.
















