Dhavid Steven, Berhenti Rokok dan Perjalanan Trail Running

Dhavid Steven Stone Mande

Bagi sebagian orang, mengubah jalan hidup secara drastis terasa bagai sebuah kemustahilan. Namun, bagi Dhavid Steven Stone Mande, transformasi adalah sebuah keputusan yang harus dieksekusi dengan keberanian penuh. Ia membuktikan bahwa pergeseran dari pekatnya asap kehidupan malam menuju murninya udara pegunungan bukanlah sebuah ilusi.

Inilah kisah tentang bagaimana seorang pria menanggalkan masa lalunya untuk menemukan kebebasan sejati di lintasan trail running.

Menanggalkan Tahta “Lord Surya”

Pria berdarah campuran Ternate dan Toraja ini dulunya sangat akrab disapa dengan julukan “Lord Surya”. Julukan tersebut tentu tidak tersemat tanpa alasan.

Dhavid adalah seorang perokok berat. Salah satu konten ikoniknya di Instagram bahkan memperlihatkan dirinya sedang asyik merokok dengan santai di atas genteng. Profesi lamanya sebagai pekerja Public Relations di klub malam semakin mengikatnya pada dunia gemerlap, gaya hidup begadang, dan rutinitas yang jauh dari kata sehat.

Perkenalan pertamanya dengan lari terjadi pada Juli 2024 bersama komunitas USS Running.

“Waktu itu aku hadir masih sebagai ‘Lord Surya’. Masih dugem, kerja malam, hidup nggak teratur. Larinya juga datang dan hilang,” kenang Dhavid.

Titik balik keseriusannya baru benar-benar terjadi pada Juni 2025. Ia kembali merapat ke USS Running, menemukan resonansi yang kuat dengan komunitas tersebut, dan mulai membangun rutinitas.

Baca Juga:  Taofik Hidayat Juara 70K BDG100 Ultra 2025

1 November 2025: Keputusan Mengubah Hidup

Keputusan terbesar sekaligus terberat dalam hidupnya diambil pada 1 November 2025. Dhavid memutuskan untuk berhenti merokok secara total (cold turkey). Jika dihitung hingga hari ini, Dhavid telah sukses melewati lebih dari 200 hari menghirup udara bebas tanpa intervensi nikotin.

Lantas, apa jangkar terkuat yang membuat Dhavid mampu bertahan sejauh ini?

Jawabannya bukan sekadar tekad pribadi, melainkan tanggung jawab moral.

Titik kesadaran awalnya memang dipicu oleh momen sederhana bersama sang kekasih yang akrab ia sapa “Nyonya”—sebuah niat tulus untuk melindungi orang tersayang dari asap rokok. Namun, saat ia mulai membagikan perjalanan transformasinya di media sosial, gelombang dukungan datang tak terbendung.

Sebagai seorang influencer, Dhavid menyadari banyak pengikutnya yang sedang berjuang meniti jalan hidup sehat dan menjadikan kisahnya sebagai panutan.

“Masa aku balik merokok lagi? Kasihan teman-teman yang sudah terinspirasi. Pikiran itu yang terus memotivasi saya untuk tidak menyerah,” tegasnya. Kembali merokok, baginya, sama saja dengan mengkhianati perjuangan mereka.

Menemukan “Rumah” Baru di Lintasan Trail Running

Berbekal latar belakang sebagai pemain basket selama belasan tahun, adaptasi fisik Dhavid ke dunia lari berjalan cukup mulus. Dengan arahan medis dari dr. Tirta dan program latihan terstruktur dari Coach Latif (SAC), Dhavid mantap memilih trail running sebagai disiplin utamanya.

Baca Juga:  Etika Trail Running: Sederhana Tapi Penting untuk Semua Pelari

Perubahan pada tubuhnya terasa instan dan drastis:

  • Paru-paru Bersih: Ruang oksigen terbuka jauh lebih lebar.

  • Peningkatan Kebugaran: Kapasitas VO2 Max meroket naik.

  • Stabilitas Jantung: Detak jantung (Heart Rate) menjadi jauh lebih stabil dan “adem” saat dihadapkan pada tanjakan ekstrem di medan pegunungan.

Deretan Prestasi Impresif Sang Pendatang Baru

Meski belum genap satu tahun berlari secara serius, track record Dhavid di lintasan tanah sangatlah mengesankan:

  • Siksorogo Lawu Ultra 15K (Desember 2025): Sebagai debut trail race pertamanya, ia langsung menggebrak dengan menembus posisi Top 9 dan berhak atas “kalung potensial”. Momen ini menjadi penegasan bahwa trail adalah habitat aslinya.

  • Lelono Mantra Trail Run 30K (2026): Membawa ekspektasi besar dari para pengikutnya, Dhavid memaksakan diri bertarung di medan campuran. Lewat perjuangan dramatis menahan kram otot di akhir lomba, ia berhasil merangkak naik dari posisi 13 hingga finish di Peringkat 7.

Baca Juga:  Putra Julio, Menjemput Mimpi Atlet Nasional dari Lereng Bukit Solok Selatan

Menatap Danau Toba: Pembuktian Satu Tahun Kedisiplinan

Kini, pandangan tajam Dhavid tertuju pada ajang internasional Trail of the Kings (TOTK) UTMB di Danau Toba yang akan digelar pada bulan Juni 2026 mendatang.

Bagi Dhavid, event ini bukan sekadar perlombaan. Ini adalah perayaan sakral tepat satu tahun dirinya konsisten hidup sehat dan berlari. Targetnya sangat jelas: Menembus 10 besar atau mencetak Personal Best (PB).

Melalui kisah perjalanannya, Dhavid menitipkan pesan kuat bagi siapa pun yang merasa ragu untuk memutar kemudi kehidupannya:

“Tidak ada kata telat untuk mulai olahraga, umur berapa pun itu. Dan kalau mau berhenti merokok, jangan pernah dukung pikiran-pikiran yang bilang kamu bakal gagal di hari pertama. Ini semua tentang mindset.”

Dhavid Steven Stone Mande telah membuktikan bahwa siapa pun bahkan seorang mantan perokok berat dari dunia malam selalu memiliki ruang untuk meretas batas dan bertransformasi menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri.

Follow Instagram Cerita Pelari @ceritapelari agar kamu dapat informasi lari lainnya dan baca juga berita terbaru seputar lari.

Bagikan artikel ini melalui: