Pecahkan Rekornas di Asian Games 2026, Hendro Masih Ingin Terus Berkompetisi

Hendro Pecahkan Rekornas

Hendro pecahkan rekor nasional (rekornas) jalan cepat half marathon putra pada Asian Games 2026. Turun di nomor half marathon jalan cepat, Hendro mencatat waktu 1 jam 36 menit 49 detik, lebih cepat dari rekor sebelumnya 1 jam 37 menit 47 detik.

Catatan tersebut sekaligus memenuhi target waktu yang telah ditetapkan Hendro sebelum perlombaan. Namun, di balik pencapaian tersebut, Hendro mengaku masih memiliki catatan pribadi terkait kondisi fisiknya.

“Dari catatan waktu, iya sesuai target. Tapi ada target pribadi saya, sebenarnya lebih kepada saya ingin menikmati perlombaan ini tanpa kelelahan yang begitu berarti,” ujar Hendro dalam wawancara bersama Cerita Pelari.

Hendro menilai kondisi tersebut tidak lepas dari waktu kedatangannya yang cukup singkat sebelum perlombaan. Ia baru tiba di lokasi pada Senin, sementara perlombaan berlangsung pada Rabu.

“Mungkin karena waktu tiba yang terlalu singkat juga. Karena baru tiba dari hari Senin, terus sekarang hari Rabu sudah lomba lagi,” katanya.

Asian Games Ketiga Hendro

Asian Games 2026 menjadi penampilan ketiga Hendro di ajang multiolahraga terbesar di Asia tersebut. Sebelumnya, Hendro telah tampil pada Asian Games 2018 dan Asian Games Hangzhou 2022. Pada Asian Games 2018, ia turun di nomor 50 kilometer jalan cepat, sebelum nomor tersebut kemudian digantikan dengan nomor yang lebih pendek.

Baca Juga:  ASICS Gelar Jakarta : Speed : Race, Ajang Lari 5K Performance-Based Pertama di Indonesia

“Ini Asian Games ke-3. Sejak 2018, saya turun 50 KM. Terus di Hangzhou saya turun 20KM dengan 35 KM. Terus di Nagoya ini saya turun di half marathon yang barusan selesai,” ujar Hendro.

Nomor half marathon jalan cepat sendiri masih tergolong baru dalam penyelenggaraan Asian Games. Menurut Hendro, nomor tersebut baru mulai diperlombakan sekitar dua tahun terakhir.

Setelah menyelesaikan nomor half marathon, Hendro masih dijadwalkan tampil pada nomor marathon pada 27 September 2026.

Jalan Cepat Indonesia Masih Punya Pekerjaan Rumah

Hendro juga melihat persaingan di level Asia masih menjadi tantangan bagi atlet jalan cepat Indonesia. Menurutnya, peningkatan prestasi tidak hanya membutuhkan pembinaan atlet, tetapi juga penguatan berbagai aspek pendukung, terutama sport science.

Baca Juga:  Mengenal Pangalengan, 'Kampung Pelari' yang Dijuluki Iten-nya Indonesia

“Memang sangat cukup signifikan. Terutama kita di kategori putri pun masih sulit untuk bersaing,” kata Hendro.

Ia menilai ada sejumlah aspek yang perlu mendapatkan perhatian lebih serius, mulai dari analisis performa, nutrisi, hingga sports medicine.

“Harus banyak evaluasi, terutama di nomor jalan cepat dan di sport science-nya kita. Dari bidang analis, terus juga nutrisinya, terus sports medicine-nya kita memang harus ditingkatkan lagi,” ujarnya.

Hendro berharap peningkatan tersebut dapat membantu atlet-atlet Indonesia bersaing lebih baik setidaknya di level Asia Tenggara terlebih dahulu.

“Supaya kita bisa bersaing minimal di tingkat ASIA-nya. Kalau kita ASIA sudah bisa, mungkin di dunianya kita bisa masuk ranking top 10-nya,” katanya.

Ingin Tetap Berkompetisi di Level Nasional

Selain berbicara mengenai perkembangan jalan cepat Indonesia, Hendro juga menyampaikan harapannya terkait keberlanjutan kariernya sebagai atlet. Ia berharap masih mendapatkan kesempatan untuk berkompetisi di tingkat nasional dan menghadapi para atlet junior.

“Harapan saya, saya ingin tetap masih bisa berkompetisi di atletik,” ujar Hendro.

Baca Juga:  Hendro Pecahkan Rekor Nasional 35km Race Walk di Asian 20km Race Walking Championships 2025

Karena itu, ia berharap aturan mengenai batasan usia dalam kompetisi nasional dapat dikaji kembali oleh pihak terkait.

“Mohonlah dari PB PASI maupun Menpora atau dari KONI Pusat menghapus pembatasan umur. Supaya saya masih bisa tampil di nasional, masih bisa berkompetisi di tingkat nasional,” katanya.

Bagi Hendro, kesempatan untuk berkompetisi bersama atlet-atlet junior bukan hanya tentang mempertahankan kariernya. Ia juga melihat kehadiran atlet senior dapat memberikan motivasi bagi generasi berikutnya.

“Dan bersaing dengan atlet-atlet junior saya, supaya ke depannya junior-junior ini termotivasi dengan atletik senior kita,” ujar Hendro.

Rekornas di Asian Games 2026 pun menjadi pencapaian penting bagi Hendro. Namun, bagi dirinya, perjalanan atletik belum selesai. Ia masih ingin berkompetisi, sekaligus melihat jalan cepat Indonesia berkembang melalui dukungan pembinaan dan sport science yang lebih kuat.

Follow Instagram Cerita Pelari @ceritapelari agar kamu dapat informasi lari lainya dan baca juga Tips dan Trik seputar lari.

Bagikan artikel ini melalui: